Info Sekolah
Sunday, 19 Sep 2021
  • Selamat Datang di Website Resmi SMAS Karya Pembangunan Paron

Haruskah Guru BK Galak?

Diterbitkan :

Berbicara tentang BK berbicara pula tentang permasalahan-permasalahan yang terjadi di lingkungan sekolah. Seakan permasalahan itu hanya guru BK yang dapat mengatasinya.Memang, BK memilki tanggung jawab untuk hal tersebut, tapi pernahkah kita berfikir bahwa tanggung jawab yang guru BK emban lebih berat dari yang kita saksikan saat ini? dan kenapa guru BK terkenal galak?  Dalam sudut pandang kita BK lebih condong pada hal-hal berbau masalah-masalah disekolah. Padahal tugas guru BK sendiri bukan hanya itu.

Mari kita lihat apa Misi dari Bimbingan dan Konseling.

1. Misi Pendididkan yaitu pendidikan individu dan/atau kelompok melalui pengembangan perilaku efektif-normatif dalam kehidupan keseharian dan terkait dengan masa depan.

2. Misi pengembangan yaitu memfasilitasi pengembangan potensi dan kompetensi ke arah perkembangan yang optimal.

3. Misi pengentasan masalah yaitu membantu dan memfasilitasi pengentasan masalah yang dihadapi individu mengacu pada kehidupan sehari-hari yang efektif

Melihat misi tersebut dapat dilhat bahwa BK berperan penting dalam memajukan potensi dan kompetensi peserta didik. Tapi, sebagaimana kita temukan dalam kehidupan sehari-hari BK cenderung bersikap mudah menghukum siswa atas aturan yang dilanggar siswa tersebut dan cenderung galak. Itu memang sudah tugas dari guru BK sendiri dalam misi nomer 3.

Tapi entah kenapa yang guru BK paling andalkan sendiri hanyalah nomer 3 saja, jarang sekali kita menemukan guru BK yang berpegang pada 3 Misi Bimbingan dan Konseling yang mampu menerapkan 3 misi tersebut sekaligus. Ini yang sebenarnya menjadi masalah dan menjadikan guru BK adalah guru yang paling ditakuti oleh siswa kebanyakan. Maka, wajar siswa men-judgeguru BK adalah sosok yang galak.

Berbicara bagaimana mengatasinya, ya sudah seharusnya setiap guru BK harus berpegang pada 3 Misi dan menerapkannya dalam menghadapi siswa. Tapi, kita lihat sendiri juga sekolah kebanyakan tidak mengangkat guru BK berdasarkan jurusan yang diambil pada saat kuliah, karena kekurangan sumber daya biasanya sekolah mengangkat guru yang terkenal ditakuti siswa untuk menjadi guru BK.

Sudah tentu, karena guru tersebut tidak pernah terlalu mendalami bagaimana bimbingan dan konseling yang sebenarnya, akhirnya berpendapat bahwa guru BK hanya harus bisa marah dan ditakuti siswa. Dan itu adalah pendapat yang salah besar. Kita memiliki ribuan wisudawan/wisudawati jurusan BK, merekalah yang sepatutnya mengisi sekolah untuk menjadi guru BK karena mereka yang mengerti bgaimana BK itu sendiri.

Oleh karena itu, BK sebenarnya adalah PR bagi setiap sekolah. Bagaimana sekolah mengangkat guru BK, berkonsultasi dan bekerjasama antara guru kelas dan guru BK. Jika sekolah benar-benar memperhatikan hal tersebut, tentu guru BK tidak dipandang negatif lagi oleh siswa dan dapat meningkatkan grade sekolah.

sumber : kompasiana.com

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.